PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARYAWAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWTT) OLEH PT.DUTA SARANA PERKASA – KABUPATEN BOGOR. (ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 791 K/PDT.SUS- PHI/2023)

Authors

  • Evo Jumpangena Sembiring Kembaren Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
  • Indah Sari Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Keywords:

Court Decision, PKWTT, Layoff

Abstract

Unilateral termination of employment often occurs due to lack of good communication between employers, workers and the government. In this research the author examines and analyzes the Supreme Court Decision Number 791 K/Pdt.Sus-PHI/2023 which adjudicates and examines disputes between workers and PT. Sarana Perkasa Ambassador- Bogor Regency.In this case, the company unilaterally terminated employment relations with employees with an indefinite work agreement (PKWTT), and was not willing to pay severance pay, long service award money and compensation for rights in accordance with article 40 paragraphs (2), (3) and paragraphs (4) Government Regulation no. 35 of 2021. Even though the mechanism for terminating employment relations has been regulated in Article 151 of Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, industrial relations disputes often occur. This research uses normative juridical methods, by analyzing the Supreme Court decision Number 791 K/Pdt.Sus -PHI/2023, through a statutory approach and a case approach. The research results show that First, the mechanism for terminating employment relations carried out by PT. Duta Sarana Perkasa violated statutory regulations. Second, in its decision, the Supreme Court annulled the PHI Bandung decision, on the grounds that it had misapplied the law, and in adjudicating itself regarding judex facti and the reasons submitted by the workers, especially related to status. employees and the rights that workers must receive if they are laid off in accordance with applicable laws and regulations, the author sees that there are legal norms that are ignored by the Panel of Judges regarding processing wages which are not stated in the decision, processing wages that workers should be able to receive after decision determined by the Supreme Court.

References

Buku :

Abdullah Sulaiman, Andi Walli. Hukum Ketenagakerjaan/Perburuhan, YPPSDM Jakarta, 2019.

C. T Kansil. Hukum Perusahaan Indonesia, Jakarta: Pradnya Paramita, 2001, 6th ed.

Djumaldi. Hukum Perburuhan dan Perjanjian Kerja, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002.

Imam Soepomo. Pengantar Hukum Perburuhan, Ed. Revisi, Djambatan, Jakarta, 2003.

Khairani. Pengantar Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan (Disesuaikan dengan Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja), Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2021.

Lalu Husni. Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Pengadilan dan di luar Pengadilan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004.

M. Yahya Harahap. Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Keputusan Pengadilan, Sinar Grafika, Jakarta, 2005.

Sudikno Mertokusumo. Mengenal Hukum: Suatu Pengantar, Yogyakarta: Liberty, 1999.

Sutedi, Adrian. Hukum Perburuhan, Sinar Grafika, Jakarta, 2009.

Zainal Azikin. Dasar-Dasar Hukum Perburuhan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004.

Jurnal, Skripsi, Tesis Disertasi :

Ari Yuliastuti, Emi Syarif, (2021), Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Menggunakan Acte Van Dading, Jurnal Ketenagakerjaan, Vol. 16 No. 2.

Bambang Sugeng Ariadi S. Johan Wahyudi, dan Razky Akbar, Kajian Penerapan Asas Ultra Petita pada Petitum Ex Aequo Et Bono, Jurnal Yuridika, Vol. 29 No. I.

Nuraini, Anugrah Fajar, dan Rieka Estuningtyas, (2014), Analisis Kelalaian Hakim Sebagai Dasar Pengajuan Kasasi Dalam Perkara Korupsi Bahan Bakar Minyak, Jurnal Verstek Universitas Sebelas Maret, Vol. 2 No. 3.

Santoso, Budi, (2013), Justifikasi Efisiensi Sebagai Alasan Pemutusan Hubungan Kerja, Jurnal Mimbar Hukum, Vol. 25 No. 3.

Sari, I., (2020), Penetapan Hak-Hak Pekerja Setelah Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Jurnal Mitra Manajemen, 6(2).

Sinaga, N. A., (2018), Peranan Perjanjian Kerja Dalam Mewujudkan Terlaksananya Hak Dan Kewajiban Para Pihak Dalam Hubungan Ketenagakerjaan, Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 7(2).

Umar Kasim, Hubungan Kerja Dan Pemutusan Hubungan Kerja, Jurnal Hukum, Vol. 2, Tahun 2006.

Peraturan Perundang-Undangan :

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) Undang-Undang Kerja No. 12 Tahun 1948.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja,

Undang-Undang No. 3 Tahun 1982 tentang wajib Daftar Perusahaan, Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 tentang Tata Cara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

UU No.5 Tahun 2004 tentang perubahan UU No.14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

Undang-Undang No.48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 37/PUU-IX/2011 terkait Upah Proses

Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2015 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan pada tanggal 29 Desember 2015 terkait dengan Upah proses.

Putusan Pengadilan :

Salinan Putusan Mahkamah Agung Nomor 791 K/Pdt.Sus-PHI/2023.

Salinan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Provinsi Jawa Barat Nomor 204/Pdt.Sus-PHI/2022/PN Bdg.

Published

2024-12-01

How to Cite

Sembiring Kembaren, E. J., & Sari, I. (2024). PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARYAWAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWTT) OLEH PT.DUTA SARANA PERKASA – KABUPATEN BOGOR. (ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 791 K/PDT.SUS- PHI/2023). LEX OMNIBUS : Jurnal Hukum Tata Negara Dan Administrasi Negara, 1(2), 31–48. Retrieved from https://jurnal.dokterlaw.com/index.php/lexomnibus/article/view/85